Sekitar medio Juni lalu, pihak Puspaswara menelpon saya untuk meminta naskah novel baru. Uniknya, mereka telah menyiapkan beberapa judul dan meminta saya untuk memilih salah satu. And one more thing, mereka memberi tenggat 10 hari untuk menulis 40 halaman novel itu. Itupun kalau boleh saya golongkan sebagai novel. Saya excited, karena belum pernah saya menulis dengan deadline seperti itu. Biasanya saya menulis by mood. Ho..ho..ho.. ternyata sulit juga ya mencoba untuk profesional itu. Apalagi di tengah kesibukan yang kian menggunung.
Sulit bukan berarti mustahil, bukan? Dan akhirnya saya berhasil menyelesaikan novel itu tepat 10 hari, termasuk waktu untuk mencari-cari ide yang harus ditulis.
Untuk satu judul IKATAN ABADI, saya sempat membuat tiga draft cerita, dan akhirnya memilih satu yang saya anggap lebih fresh dan lebih gaul, sesuai dengan target pembaca yang ditentukan oleh penerbit. Yakni usia SMP. Yaah... genrenya sedikit di bawah teenlit begitu.
Tiga bulan menunggu, saya pun menerima surat kontrak dari penerbit. Finally! Melihat surat kontrak yang sedikit berbeda dari surat kontrak novel saya yang pertama, saya agak mengernyitkan kening. Sedikit sih.
Akhirnya saya tiba pada kesimpulan bahwa mungkin penerbit sesunguhnya berencana menerbitkan novelet, yang merupakan kumpulan dari penulis-penulis yang mereka punya. Bagi saya, that's okay. Yang penting saya punya kesempatan lagi.
The problem is, how can I keep the chance go on? Karena saya ingin kreativitas saya menulis tidak berhenti begitu saja. Saya ingin ada novel ke-3, ke-4, dan seterusnya. Sebenarnya saya menyimpan beberapa ide, dan dua di antaranya bahkan sudah separuh perjalanan. Tapi kok ya susssaah... banget untuk terus konsisten menulis tanpa dipengaruhi mood. Mungkin saya harus dikejar-kejar deadline penerbit dulu baru bisa kelar, he..he..he..
Wednesday, 12 November 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment