Beberapa waktu yang lalu kami diingatkan bahwa pelatihan Bahasa Inggris yang sedang kami jalani ini sebentar lagi akan berakhir. Hitung punya hitung, ternyata tinggal satu bulan lagi. Sungguh luar biasa datangnya sang waktu itu! Sebentar saja rasanya empat bulan itu.
Setelah rundingan bersama, jadilah kami semua sepakat untuk membuat kaus kenang-kenangan yang bertuliskan nama kita semua. Uniknya, di kaus itu kami semua diberi julukan masing-masing. Bukan bermaksud apa-apa, hanya untuk mengingatkan kami di kemudian hari tentang orang yang dimaksud.
Untuk Anda sekalian, ingin sekali saya berbagi banyak cerita tentang teman-teman saya itu. Tapi dengan sedikit informasi tentang julukan mereka masing-masing, saya rasa sudah cukup untuk membayangkan mereka.
Here they are...
1. Mrs. Too Innocent to be true
Begitulah kami menjuluki Mrs. Christina. This nice lady always offer us many funny stories. Hmm.. bisa dibayangkan kan, betapa ramenya beliau? Lucunya, saking seringnya beliau becanda, kami semua akhirnya nggak mau percaya pada informasi penting yang beliau bawa, walaupun info itu benar-benar shohih! Mau dibilang untrustable woman, nggak tega. Akhirnya kami namai Mrs. Too innocent to be true.
2. The Nanny
Tidak salah kalau kami menamainya begitu, karena beliau adalah satu-satunya peserta yang hampir punya cucu, alis jadi nenek. Sebenarnya kami pengen menjuluki Mrs. Irina dengan The Translator, dengan alasan lain... (hahaha...)
3. Mr. Bambang Junior
Kalau Mrs. Christina menyandang gelar the funniest woman in the classroom, maka Mr. Nanang adalah pria yang paling lucu di kelas. Itu karena beliau pandai sekali menirukan mimik dan gaya bicara para dosen di kelas (hahaha...). Apa lagi kalau sudah menirukan Mr. Bambang, wuihh...gak ada bandingnya, deh!
4. The Invisible Man
Julukan ini pas sekali disandang Mr. Yanto! Habisnya, saking lamanya menghilang dari peredaran (alias gak pernah masuk) maka beliau 'sukar sekali untuk dilihat'.
5. Juragan Bebek
Begitu Mrs. Tetty dijuluki Juragan Bebek, kontan sekelas ketawa semua. Sebenarnya ada latar belakang cerita mengapa sampai julukan itu hadir, tapi sayang gak bisa saya ceritakan di sini. (Agak gimanaaa...gitu!)
6. Paparazzi
Sebenarnya selain julukan ini, Mrs. Yustina ingin kami juluki 'the real innocent lady'. Habis, ibu yang satu ini lugu banget, sih! Selalu menganggap serius setiap hal, bahkan hal yang lucu sekalipun. Tapi kayaknya, hobi foto-fotonya lebih menonjol, deh!
7. The Super Silent Man
Saking diemnya bapak yang satu ini, maka kami harus tega menamainya begitu. Selain terkenal pendiam, Pak Eko adalah pria yang paling smart di kelas, dengan track record sbg berikut : Nilai Pre Test paling besar, Nilai Reading IBT yang selalu mendekati 30 (wow!!), dan nilai Writing yang (hampir) selalu 30. Hanya saja bapak ini tidak berani mengambil test IELTS dikarenakan kurang pede dengan tulisan tangannya (hehe...).
8. The Walking Dictionary
Seperti halnya Mrs. Ani, sebenarnya Mr. Nanang juga layak dipanggil sebagai 'walking dictionary'. Habisnya, kedua orang itu adalah tempat yang paling pas untuk menanyakan vocab sulit, terutama kalau kami lagi pada males buka-buka kamus.Selain julukan ini, sebenarnya Mrs. Ani juga berhak disebut sebagai 'the smiling face', karena seringnya tersenyum tanpa takut giginya kering.
9. The Answering Machine
Awalnya, susah banget nyari julukan buat Mrs. Ella. Tapi, menurut Mr. Roni--yang paling sering duduk di sebelahnya kalau sedang test--Mrs. Ella sangat cepat menjawab pertanyaan, terutama kalau kita sedang diskusi di Lab Bahasa.
10. Mr. Energizer
Inilah julukan pertama yang lahir di kelas kami! Bapak yang satu ini memang paling bersemangat untuk bertanya kepada dosen, bahkan di saat kami semua udah pada ngantuk. Mr. Roniyus nggak pernah sungkan buat nanya apa saja (bahkan protes) kepada para dosen, sampe-sampe sang dosen akhirnya menyerah (hehe...salut!)
11. Our Husband
Hehehe... berhubung ibu-ibu di kelas pada jauh semua dari para suami, maka Mr. Andius secara resmi kami angkat sebagai 'suami bersama' (hahaha..). Badan Mr. Andius yang besar dan tinggi, tetap saja tidak mampu membuatnya berani protes akan julukan tersebut. Maka beliau pun menerimanya dengan pasrah namun tak rela..
12. The First Wife
Sebenarnya inilah istri sebenarnya dari Mr. Andius. Uniknya, beliaulah yang pertama kali mengajukan ide untuk menamai suaminya sebagai 'our husband'! Mrs. Nining benar-benar telah merelakan suaminya untuk dijadikan milik bersama. Bagaimanapun, beliau tetap berhak menyandang hak istimewa sebagai 'istri pertama', sedangkan sisanya hanya berhak sebagai selir-selir Mr. Andius (hahaha...).
13. Saloon Woman
Setiap inget Mrs. Ida, yang terbayang di benak kami adalah Salon Muslimah di Simpang Dago. Bagaimana tidak, di antara kami semua, ibu satu anak ini yang paling sering menghabiskan waktu di salon tersebut. Mulai dari facial, totok aura, sampai spa Jawa yang bisa makan waktu berjam-jam! Bahkan beliau rela masuk kelas terlambat demi salon tercinta (hehe...).
14. Mr. Ring! Ring!
Mr. Maman adalah satu-satunya peserta kursus yang paling berani menghidupkan HP (dengan suara yang stereo tentunya) di dalam kelas. Bahkan beliau dengan teganya menerima telepon di tengah Listening Section! Bayangkan, betapa besar keberanian bapak yang satu ini (ck..ck..)
15. Juragan Batik
Kalau tadi ada juragan bebek maka Miss Estuti adalah juragan batik. Tapi kali ini juragan batik adalah makna yang sesungguhnya, karena satu-satunya wanita single di kelas kami ini benar-benar jualan batik di kelas. Bahkan bisa dikatakan dagangannya laris manissss...!
16. Metrosexual Man
Yang pertama kali mencetuskan ide ini adalah Mr. Nanang. Saat presentasi di kelas, Mr. Nanang menampilkan Mr. Rimsky sebagai sampel fashion seorang metrosexual man. Semenjak itu, bapak yang memang bergaya trendy dan rapi ini menyandang gelar tersebut. Jika ingin membayangkan raut wajah Mr. Rimsky , bayangkan saja (alm) Chrisye. Mirip banget, sodara-sodara!
17. Rector (Can.)
Mr. Sumadi memang dosen sejati. Di tengah peserta lain yang sibuk ber-jeans ria, dia tetap setia dengan style dosennya yang rapi jali dan konvensional. Makanya beliau layak mendapat gelar kandidat rektor alis Rektor (Can.), hahaha..
18. Mr. President
Ada satu kejadian lucu baru-baru ini yang melatarbelakangi gelar untuk Mr. Aji ini. Satu-satunya pria single di kelas ini telah salah menafsirkan soal untuk Speaking Section. Saat ditanya the most valuable possesion you ever had, beliau menafsirkannya sebagai the most valuable position. So, dengan santainya beliau pun memilih jabatan Presiden sebagai jawabannya (hahaha...)
19. Once in The Blue Moon
Tidak disangka julukan yang pas betul untuk Mr. Rif'an ini keluar dari seorang Mr. Eko yang pendiam. Mr. Rif'an adalah kandidat kedua yang paling sering bolos. Masuk satu minggu untuk kemudian bolos satu bulan... That's why we call him as a person who come once in the blue moon.
20. Saliva Exchanger
Julukan ini menempel pada Mr. Heri, karena beliaulah yang pertama kali mencetuskan 'teori bertukar air liur' yang dipercayanya sangat ampuh untuk memperlancar kemampuan berbahasa asing seseorang. Teori yang aneh! Namun kami sekelas menerimanya dengan suka cita (walaupun saya jamin tak ada satu pun yang berani untuk mencobanya!).
21. The Cake Woman
This is me! Hanya karena nama saya identik dengan toko kue terkenal di Bandung, maka saya pun harus rela dijuluki 'the cake woman'. Hik..hik..hik..
That's all my friends! I guarantee that they are very nice people.
Saturday, 14 March 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
